Pages

Selasa, 06 Februari 2018

Komunikasi ditempat kerja X AKUNTANSI



Pengertian Komunikasi

Masalah Komunikasi adalah inherent (melekat=sangat penting) terhadap kebutuhan manusia. Rasanya tidak mungkin seseorang hidup sempurna tanpa berkomunikasi dengan orang lain. Demikian pula halnya pada sebuah organisasi bisnis, komunikasi merupakan sumber kehidupannya, seperti dinyatakan Effective Communication is the Lifeblood of Every Organization And A key to success in your business career as wel as in your personal life (Murphy and Peck, 1980:3)


Istilah Komunikasi berasal dari kata communicatio [bahasa Latin] : pemberitahuan atau pertukaran pikiran

à communis : sama : sama maknanya


Komunikasi akan terjadi secara efektif apabila setiap orang yang terlibat dalam suatu komunikasi dapat menyerap makna yang sama dari suatu pesan yang disampaikan dalam komunikasi tersebut


CARL I. HOVLAND [Ilmu Komunikasi]

Upaya yang sistematis untuk merumuskan secara tegar asas-asas penyampaian serta pembentukan pendapat dan sikap.
Obyek studi ilmu komunikasi bukan saja penyampaian informasi, melainkan juga pembentukan pendapat umum [public opinion] dan sikap publik [public attitude]


Definisi khusus : komunikasi adalah proses mengubah perilaku orang lain [communication is the process to modify the behavior of other individuals]


HAROL D. LASWELL solusi terbaik dalam menjawab pertanyaan



WHO SAYS WHAT IN WHICH CHANNEL TO WHOM WITH WHAT EFFECT?

Kemudian dikenal dengan formula 5 W + 1 H


Paradigma tersebut menunjukkan bahwa komunikasi meliputi 5 unsur sebagai jawaban dari pertanyaan yang diajukan itu, yakni :
1.   Komunikator = who [communicator, source, sender]

2.   Pesan = says what [message]

3.   Media = in which channel [channel, media]

4.   Komunikan = to whom [communicant, communicatee, reciever, recipient]

5.   Efek [effect, impact, influence]


Komunikasi adalah proses penyampaian pesan oleh komunikator kepada komunikan melalui media yang menimbulkan efek tertentu.


Lingkup Ilmu Komunikasi


Komponen Komunikasi

Komponen yang menyertai berlangsungnya komunikasi :

1.   Komunikator (Communicator) à orang yang mrnyampaikan pesan

2.   Pesan (Message) à isi perintah, instruksi atau pemberitahuan lain, artinya perihal, ide, pikiran, informasi, opini
3.   Saluran  (Channel)  atau  Media  (Media)  Ã   alat  yang  dipergunakan  oleh  komunikator  untuk menyampaikan pesan
4.   Komunikan (Communicant) à orang yang menerima pesan

5.   Efek  (Effect)  Ã   pengaruh  akibat  hasil  komunikasi  yang  dilakukan  komunikator  terhadap komunikan
Bagi seorang pemimpin maka yang terpenting adalah unsur efek. Unsur inilah yang selalu mendapat perhatian  pimpinan.  Pimpinan  harus  senantiasa  bertanya  apakah  komunikasi  yang  ia  lakukan  ada efeknya dan bila ada sejauh mana efek itu, kalau tidak apa sebabnya


Proses Komunikasi

a.   Proses secara primer

Proses penyampaian pikiran dan atau perasaan seseorang kepada orang lain dengan menggunakan lambang [symbol] sebagai media*.
* bahasa, kial [gesture], isyarat, gambar, warna, dsb.


b.   Proses secara sekunder



Proses penyampaian pesan oleh seseorang kepada orang lain dengan menggunakan alat atau sarana* sebagai media kedua setelah memakai lambang sebagai media pertama.


*dipakai karena relative jauh/ jumlahnya banyak

* perkembangan masyarakat beserta peradaban dan kebudayaan


Jumat, 26 Januari 2018

Mempersiapkan Kartu Utang



Mempersiapkan Kartu Utang

Kartu Utang adalah salah satu sarana untuk mencatat adanya mutasi utang secara terperinci pada tiap-tiap kreditor. Informasi yang terdapat pada kartu utang yaitu nama kreditor, nomor rekening, syarat pembayaran utang, formulir untuk mencatat adanya mutasi utang. Sedangkan isi dari formulir pencatatan mutasi utang yaitu tanggal terjadinya transaksi , keterangan, nomor bukti transaksi, kolom debit, kredit dan saldo.
Berikut contoh bentuk kartu utang :



PT…………
..……………
KARTUUTANG
Nama Kreditor              : …………………
Syarat Pembayaran      : …………………
No. Rekening                 :…………………

Tanggal
Keterangan
No.Bukti
Debit
Kredit

Saldo


















 













Transaksi yang mempengaruhi besarnya saldo utang yaitu :
a. Transaksi pembelian secara kredit
b. Transaksi retur pembelian secara kredit
c. Transaksi pembayaran utang

Kamis, 25 Januari 2018

Metode Jumlah angka Tahun

Metode Penyusutan dengan Beban Menurun


  1. Metode jumlah angka tahun

Metode ini diterapkan dengan cara menjumlahkan angka-angka dari taksiran umur ekonomis, kemudian perhitungan penyusutan dimulai dari angka tertinggi dari umur aktiva yang terkait dan selanjutnya menurun secara berurutan.
Misalnya, pembelian suatu aktiva pada awal tahun seharga Rp 50.000.000,- dengan nilai sisa Rp 5.000.000,- dan perkiraan umur ekonomis diperkirakan 5 tahun.
Jumlah penyebut dilakukan dengan menjumlahkan angka tahun : 5+4+3+2+1 = 15
metode penyusutan angka tahun

2.  Metode saldo menurun

dalam penerapannya, perhitungan biaya penyusutan dengan cara mengalikan persentase (tarif) tertentu dengan nilai buku suatu aktiva. Nilai buku pada setaip akhir tahun menurun sehingga menimbulkan beban penurunan beban penyusutan. Tarif dihitung dengan rumus :
metode penyusutan saldo menurun
Misalnya pembelian suatu aktiva pada awal tahun seharga Rp 50.000.000,- dengan nilai sisa Rp 5.000.000,- dan perkiraan umur ekonomis adalah 5 tahun.
metode penyusutan saldo menurun 2
Karena penyusutan merupakan suatu taksiran beban, tarif diatas dapat dibulatkan sehingga akan praktis dalam perhitungannya, sedangkan selisih biaya yang terjadi dianggap tidak terlalu penting.

Metode saldo menurun

Metode garis lurus, penyusutan merupakan biaya yang sama / tetap setiap periode. Metode ini sebaiknya digunakan untuk menghitung penyusutan aktiva tetap yang dipengaruhi perjalanan waktu atau bukan oleh tingkat pemakaian contohnya : penyusutan gedung, peralatan kantor dsb.
Jumlah penyusutan tahunan:
metode penyusutan garis lurus
Sebagai contoh:
Pembelian satu unit mesin pada awal tahun dengan harga Rp. 50.000.000 dengan nilai sisa sebesar Rp. 5.000.000 dan umur ekonomis diperkirakan selama 5 tahun.
metode penyusutan garis lurus 2

Senin, 22 Januari 2018

Buku Besar kelas X Akuntansi

Pengertian Buku Besar

Buku besar baru dapat dibuat setelah jurnal umum dan jurnal khusus telah selesai. Karena pencatatan buku besar bersumber dari jurnal-jurnal. Setelah jurnal selesai disusun, maka akan terdapat pemindahan saldo dalam jurnal ke buku besar yang disesuaikan pada rekening dan akun masing-masing.
Pada buku besar inilah akan terjadi pengelompokan rekening-rekening yang sudah dicatat dari hasil transaksi yang ada pada jurnal, pengelompokan tersebut dikenal dengan istilah posting. Setelah itu akan tampak saldo dari setiap rekening yang ada sesuai pada periodenya masing-masing.
Dalam buku besar, belum terdapat data secara rinci. Rekening utang, piutang, dan data persediaan barang. Buku besar untuk mencatatkan ketiga rekening tersebut dengan buku besar pembantu. Sedangkan buku besar utama sering disebut sebagai buku besar umum.
Pada buku besar umum akan berisi data keuangan yang terdapat dalam satu periode tertentu seperti kas, piutang usaha, serta persediaan utang usaha dan modal. Kesemua itu akan berdiri sendiri. Sedangkan buku besar pembantu digunakan untuk mencatat utang perusahaan, dan pada buku besar pembantu ini harus menjelaskan informasi keuangan yang lebih detail daripada buku besar umum.
Sehingga dapat dijelaskan bahwa pengertian buku besar adalah sebagai pencatatan berdasarkan pada pengelompokan akun-akun yang disebabkan adanya transaksi keuangan.

Sabtu, 20 Januari 2018

Penggolongan kode akun kelas X Akuntansi



Penggolongan kode akun
Kode Akun dapat digolongkan menjadi empat golongan, antara lain sebagai berikut:
1. Desimal, yaitu pemberian kode akun dengan menggunakan angka nol (0) sampai Sembilan (9). 
Contoh - KAS  kode akunnya 0 atau 1
            - MESIN  kode akunnya 10 atau 11
2. Numerial, yaitu pemberian kode akun dengan memberikan kode berupa angka pada kelompok, golongan, dan jenis akun tersebut.
Contoh : - KAS kode akunnya 1.1.1 atau 1.0.1
              - MESIN kode akunya 1.2.5 atau 1.1.5
3. Mnemonik, yaitu pemberian kode akun dengan menggunakan huruf
Contoh : - KAS kode akunnya A.a.a atau H.L.kas
              - MESIN kode akunnya  A.b.e atau H.T.mesin
4. Kombinasi, yaitu pemberian kode akun dengan menggunakan angka dan huruf
Contoh :  - KAS kode akunya 1.1.a atau 1.1.kas atau A.a.1 atau H.L.1
               - MESIN kode akunya 1.2.e atau 1.2.mesin atau A.b.5 atau H.T.5
Dari empat golongan akun diatas, dalam postingan ini akan dibahas lebih lanjut penggolongan akun secara Numerial. Penggolongan akun secara numerial ini merupakan penggolongan yang sering digunakan dalam praktik akuntansi baik perusahaan jasa, perusahaan dagang maupun perusahaan manufaktur.
Penggolongan akun secara numerial secara teknis dapat dilihat pada gambar berikut ini:
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgXvXBQfpbtcqm0Bb8hLNn1sLOQ3bbF2CmjQqlMxFbhVeaX6zlW6emkoHRVCt5YT9qY7wuTIEY5oetzMNzg2UEnkatbSpm4JB7wS0LmtejPQxL3j96XwMWIP6I4B79v-LRXFGbUqyrpzEY/s1600/kode+akun.jpg
Dari gambar diatas dapat terlihat bahwa kode yang pertama (A) merupakan kodekelompok Akun, kode kedua (B) merupakan kode golongan akun dan kode ketiga (C) merupakan kode Jenis akun. penggolongan akun secara numerial yang akan dibahas terdiri dari tiga digit namun sebenarnya kode akun juga bisa terdiri dari empat digit, hal ini tergantung dari banyaknya jenis akun yang digunakan perusahaan. dengan kata lain mungkin saja suatu perusahaan menggunakan kode akun tiga digit namun perusahaan lainnya menggunakan kode akun empat digit. Contoh penggolongan akun secara numerial ini adalah kode untuk kas 1.1.1 dimana kode 1 pertama merupakan kelompok akun yaitu Kelompok harta, kode 1 kedua merupakan golongan akun yaitu golongan harta lancar sedangkan kode 1 ketiga merupakan jenis akun yaitu jenis kas.

Untuk memperjelas pemahaman saudara silahkan lihat tabel tentang kode akun berikut ini:

 

Blogger news

Blogroll

About