Pages

Minggu, 19 Februari 2017

KOMUNIKASI BISNIS X AKUNTANSI





BAB I

PENGANTAR KOMUNIKASI BISNIS


Tujuan Pembelajaran

1.   Mengerti definisidan pentingnya komunikasi

2.   Mengetahui komponen komunikasi

3.   Mengetahui perbedaan bentuk komunikasi

4.   Mengetahui proses komunikasi

5.   Mengetahui Komunikasi yang baik dilingkungan pekerjaan

6.   Mengetahui Gaya Kepemimpinan

7.   Mengidentifikasi hambatan dan cara mengatasi hambatan dalam komunikasi




Pengertian Komunikasi

Masalah Komunikasi adalah inherent (melekat=sangat penting) terhadap kebutuhan manusia. Rasanya tidak mungkin seseorang hidup sempurna tanpa berkomunikasi dengan orang lain. Demikian pula halnya pada sebuah organisasi bisnis, komunikasi merupakan sumber kehidupannya, seperti dinyatakan Effective Communication is the Lifeblood of Every Organization And A key to success in your business career as wel as in your personal life (Murphy and Peck, 1980:3)


Istilah Komunikasi berasal dari kata communicatio [bahasa Latin] : pemberitahuan atau pertukaran pikiran

à communis : sama : sama maknanya


Komunikasi akan terjadi secara efektif apabila setiap orang yang terlibat dalam suatu komunikasi dapat menyerap makna yang sama dari suatu pesan yang disampaikan dalam komunikasi tersebut


CARL I. HOVLAND [Ilmu Komunikasi]

Upaya yang sistematis untuk merumuskan secara tegar asas-asas penyampaian serta pembentukan pendapat dan sikap.
Obyek studi ilmu komunikasi bukan saja penyampaian informasi, melainkan juga pembentukan pendapat umum [public opinion] dan sikap publik [public attitude]


Definisi khusus : komunikasi adalah proses mengubah perilaku orang lain [communication is the process to modify the behavior of other individuals]


HAROL D. LASWELL solusi terbaik dalam menjawab pertanyaan



WHO SAYS WHAT IN WHICH CHANNEL TO WHOM WITH WHAT EFFECT?

Kemudian dikenal dengan formula 5 W + 1 H


Paradigma tersebut menunjukkan bahwa komunikasi meliputi 5 unsur sebagai jawaban dari pertanyaan yang diajukan itu, yakni :
1.   Komunikator = who [communicator, source, sender]

2.   Pesan = says what [message]

3.   Media = in which channel [channel, media]

4.   Komunikan = to whom [communicant, communicatee, reciever, recipient]

5.   Efek [effect, impact, influence]


Komunikasi adalah proses penyampaian pesan oleh komunikator kepada komunikan melalui media yang menimbulkan efek tertentu.


Lingkup Ilmu Komunikasi


Komponen Komunikasi

Komponen yang menyertai berlangsungnya komunikasi :

1.   Komunikator (Communicator) à orang yang mrnyampaikan pesan

2.   Pesan (Message) à isi perintah, instruksi atau pemberitahuan lain, artinya perihal, ide, pikiran, informasi, opini
3.   Saluran  (Channel)  atau  Media  (Media)  Ã   alat  yang  dipergunakan  oleh  komunikator  untuk menyampaikan pesan
4.   Komunikan (Communicant) à orang yang menerima pesan

5.   Efek  (Effect)  Ã   pengaruh  akibat  hasil  komunikasi  yang  dilakukan  komunikator  terhadap komunikan
Bagi seorang pemimpin maka yang terpenting adalah unsur efek. Unsur inilah yang selalu mendapat perhatian  pimpinan.  Pimpinan  harus  senantiasa  bertanya  apakah  komunikasi  yang  ia  lakukan  ada efeknya dan bila ada sejauh mana efek itu, kalau tidak apa sebabnya


Proses Komunikasi

a.   Proses secara primer

Proses penyampaian pikiran dan atau perasaan seseorang kepada orang lain dengan menggunakan lambang [symbol] sebagai media*.
* bahasa, kial [gesture], isyarat, gambar, warna, dsb.


b.   Proses secara sekunder



Proses penyampaian pesan oleh seseorang kepada orang lain dengan menggunakan alat atau sarana* sebagai media kedua setelah memakai lambang sebagai media pertama.


*dipakai karena relative jauh/ jumlahnya banyak

* perkembangan masyarakat beserta peradaban dan kebudayaan


Bentuk Dasar Komunikasi

1.   Komunikasi Verbal à tulisan dan lisan

2.   Komunikasi Non Verbal à bahasa tubuh, ekspresi


Komunikasi Verbal

Komunikasi verbal adalah komunikasi dalam bentuk percakapan atau tertulis. Setiap orang dalam suatu komunitas  berkomunikasi  secara  verbal  dalam  menyampaikan  pesan  atau  informasi.  Komunikasi dilakukan dengan menggunakan kata-kata untuk menyatakan ide.


Komunikasi Non Verbal

Bentuk  komunikasi  yang  paling  mendasar  dalam  komunikasi  bisnis  adalah  komunikasi  nonverbal. Sebelum  manusia  menggunakan  kata-kata  ,  manusia  telah  menggunakan  gerakan-gerakan  tubuh, bahasa tubuh (body language) sebagai alat untuk berkomunikasi dengan orang lain.




Komunikasi dalam Organisasi

Ada tiga arah umum komunikasi dalam organisasi :

1.   Komunikasi vertical

a.   Downward Communication à komunikasi atas ke bawah  : job instruction b.   Upward Communication à komunikasi dari bawah ke atas : laporan
2.   Komunikasi  Horisontal  Ã   komunikasi mendatar,  antara anggota  staf  dengan anggota  staf  :

informal

3.   Komunikasi  Diagonal  /  Cross  Communication  Ã   komunikasi  antara  pimpinan  seksi/bagian dengan pegawai seksi/bagian lain


Gaya Manajemen dan Komunikasi

Gaya kepemimpinan :

1.   Directing

2.   Coaching

3.   Supporting

4.   Delegating


Situational leadership à pengembangan ketrampilan :

1.   Analytical Skills

2.   Flexibility Skills

3.   Communication Skills


Hambatan dalam Komunikasi


1. Hambatan Teknis


Hambatan  jenis  ini  timbul  karena  lingkungan  yang  memberikan  dampak  pencegahan  terhadap kelancaran pengiriman dan penerimaan pesan.

2. Hambatan Semantik


Gangguan semantik menjadi hambatan dalam proses penyampaian pengertian atau idea secara efektif. Definisi semantik adalah studi atas pengertian, yang diungkapkan lewat bahasa. Suatu pesan yang kurang jelas, akan tetap menjadi tidak jelas bagaimanapun baiknya transmisi.

3. Hambatan Manusiawi


Hambatan jenis ini muncul dari masalah-masalah pribadi yang dihadapi oleh orang-orang yang terlibat dalam komunikasi, baik komunikator maupun komunikan.



Cara Mengatasi Hambatan dalam Berkomunikasi :

1.   Feed-back

2.   Pemahaman Individual difference / individual complexity à everybody is unique

3.   Face to face communication

4.   Bahasa yang sederhana dan mudah

Sabtu, 18 Februari 2017

XII AKT UTANG

Membukukan Data Mutasi Utang ke Kartu Utang
1.  Dokumen mutasi utang
Seperti yang kita ketahui bahwa catatan akuntansi untuk mengelola utang adalah kartu utang, jurnal pembelian, dan jurnal pengeluaran kas. Seperti halnya dengan piutang dagang, perusahaan juga membutuhkan catatan yang menunjukan utang kepada masing-masing kreditor (orang yang memberi utang). Untuk itu, perlu disediakan rekening kontrol, yang disebut utang dagang di buku besar dan rekening-rekening utang kepada masing-masing kreditur dalam buku pembantu utang (kartu utang). Jadi, untuk satu kreditor disediakan satu buku pembantu utang. Dasar didalam kartu utang ini adalah dari jurnal pembelian dan jurnal pengeluaran kas.
a.         Jurnal pembelian
Jurnal pembelian digunakan untuk mencatat pembelian secara kredit. Jurnal pembelian yang sederhana hanya memiliki satu kolom jumlah rupiah, seperti halnya jurnal penjualan. Jurnal pembelian dapat juga dirancang untuk mencatat pembelian perlengkapan (tidak hanya mencatat pembelian barang dagangan).
b.      Jurnal pengeluaran kas
Buku jurnal pengeluaran kas berfungsi sebagai tempat mencatat transaksi yang berhubungan dengan pengeluaran atau pembayaran melaui kas, yang meliputi pembayaran dengan cara menyerahkan cek atau bilyet giro kepada pihak yang berhak menerima.
Jurnal pengeluaran kas disusun dalam bentuk lajur-lajur yang disesuaikan dengan keperluan yang berhubungan dengan volume dan sifat transaksi yang biasa terjadi dalam perusahaan, misalnya dalam perusahaan sering membuka transaksi utang, maka akan dibuka kolom utang tersendiri.
2.    Prosedur pencatatan transaksi utang
Untuk kepentingan informasi mengenai kepada siapa perusahaan mempunya utang dan berapa besarnya, perusahaan harus menyediakan buku besar pembantu untuk utang yang berfungsi sebagai tempat mencatat perubahan utang kepada setiap kreditor. Sehingga setiap kali transaksi pembelian kredit, faktur yang diterima dari penjual akan dicatat sebagai berikut:
a.    Dalam jurnal pembelian, untuk keperluan posting keperkiraan (akun) pembelian dan perkiraan (akun) utang.
b.    Dalam buku besar pembantu utang, pada kegiatan kreditor yang bersangkutan.
Kegiatan posting dari jurnal pembelian ke perkiraan pembelian dan utang dibuku besar dilakukan setiap akhir periode tertentu, sedang dalam pencatatan buku besar pembantu utang dilakukan setiap terjadi transaksi yang mengakibatkan perubahan utang.
Dalam buku besar, perkiraan utang dagang akan menunjukan saldo untuk semua utang. Artinya seluruh utang akan dicatat secara kolekif (gabungan) dan dikurangi dengan adanya pelunasan kepada kreditor dalam perkiraan utang dagang. Dengan demikian dalam buku besar umum tidak terdapat informasi mengenai besarnya utang kepada setiap kreditor.
Lain halnya dengan buku besar pembantu utang yang akan mencatat secara rinci terjadinya utang dan pelunasan pada masing-masing kreditor. Satu lajur buku besar pembantu utang untuk satu nama kreditor. Tidak ada pencatatan secara kolektif.
Contoh bentuk buku besar pembantu utang (dapat diformat ulang menjadi kartu utang):
                Selanjutnya, saldo akun utang dagang dalam buku besar umum, harus sama dengan total saldo akun-akunkreditor dalam buku besar pembantu utang. Jika terjadi perbedaan berarti menunjukan adanya kesalahan pencatatan. Kesalahan pencatatan bisa terjadi pada saat:
a.    Mencatat transaksi dalam jurnal pembelian, atau
b.    Pada saat mencatat dalam buku besar pembantu utang.
Untuk mengecek kesamaan saldo perkiraan utang dagang total saldo buku besar pembantu utang disusun daftar saldo utang pada setiap akhir periode. Dalam hubungannya dengan buku besar pembantu utang, perkiraan utang dagang dalam buku pengendali atau perkiraan kontrol.
Contoh bentuk daftar saldo utang:
MELAKUKAN PENGECEKAN SALDO HUTANG
1. Rumus Saldo Utang
a.     Rumus untuk pengecekan saldo utang
Saldo awal utang                                                                             xxx
Jumlah pembelian kredit/buku pembelian         xxx
Penjumlahan                                                                                                     xxx
Pembayaran utang buku pengeluaran kas                            xxx
Retur pembelian                                                                             xxx
Total pembayaran dan retur                                                                                       (xxx)
Saldo utang akhir                                                                                                              xxx
b.     Pencocokan saldo akun buku besar utang dengan daftar saldo utang disebut pengecekan saldo utang. Berikut prosedur pengecekan saldo utang :
1)     Mengadakan inventarisasi dan rekapitulasi atas transaksi dan kartu utang setiap kreditor.
2)    Memposting transaksi yang berasal dari catatan buku jurnal ke dalam akun buku utang dagang. Kemudian, besar utang pada periode tersebut disajikan dalam laporan utang.
3)    Saldo akhir menurut catatan daftar saldo utang harus sama dengan catatan pada akun utang dagang.
2. Membuat Laporan Utang
Mencatat jumlah utang dan memeriksa pembayaran utang sesuai tanggal jatuh tempo utang merupakan tugas utama bagian utang. Pengelola kartu utang harus membuat laporan saldo utang tiap kreditor dan utang yang telah jatuh tempo secara periodic. Tanggal jatuh tempo pembayaran utang ditetapkan berdasarkan tanggal faktur pembelian dan syarat pembayaran yang telah ditetapkan oleh pihak penjual. Berikut penggolongan status utang.
a.     Utang yang belum jatuh tempo
b.     Utang dalam masa telah jatuh tempo
c.     Utang yang belum dibayar
 

Blogger news

Blogroll

About